Situs Makam Sunan Bonang- Kec Gempol

Di tengah hutan tepatnya Gunung Jaya, Gunung Bendera dan Gunung Biru ( Desa Cupang, Kecamatan Gempol ) terdapat peninggalan bersejarah, yaitu tapakan dari Sunan Bonang yang merupakan anggota Walisongo ( penyebar Agama Islam di Pulau Jawa ).
Dalam bangunan induk terdapat Makam Sunan Bonang dan Pangeran Welang ( Pangeran Walahar ). Menurut cerita, pada waktu itu ada sekitar empat orang beristirahat di makam tersebut. Saat bertikaf ke empat orang tersebut di datangi seorang kakek tua berjubah putih. Kakek tersebut mengatakan pada keempat orang itu “ cung ( nak ), kalian berempat merupakan saudara yang mempunyai keinginan dan tujuan masing masing, kelak jika telah melaksanakan tirakat, harus tetap melaksanakan shalat lima waktu tidak boleh mengambil hak orang lain. Setelah itu kakek tua tersebut menghilang. Sebenarnya tempat itu bukan merupakan symbol atau duplikat, karena memang sebenarnya di tempat tersebut terdapat makam Sunan Bonang. Akan tetapi orang orang ( masyarakat ) daerah tersebut mengatakan hanya symbol atau duplikat. Sedang menurut keempat orang yang melakukan tirakat di tempat tersebut, menyatakan bahwa makam yang ada di situ sebenarnya makam dari anak Sunan Bonang ( Syarif Durahman ), mbah Pangeran Makdum tetapi masyarakat lebih mengenal Sunan Bonang hingga tempat tersebut dinamakan – Situs Sunan Bonang-.
Keempat orang yang melakukan tirakat masing masing berasal dari Benda Kerep, Desa Kemlaka, Desa Balerante dan Desa Panongan, mereka masih keturunan Keraton Kasepuhan tetapi secara kebetulan di pertemukan di Situs Sunan Bonang ketika sama sama melakukan tirakat. Lokasinya terletak di Desa Cupang, Kecamatan Gempol. Luas tanah kira kira 8 hektar, dan kepemilikan tanah adalah tanah Desa. ( disarikan dari buku, mengenal lebih dekat 161 situs di Kab Cirebon yang di terbitkan Bakombudpar kab Cirebon, tahun 2008 )

Site Tomb of Sunan Bonang-Kec Gempol
In the middle of the woods rather Mount Jaya, Flag Mountain and Mount Blue (Village Hickey, Gempol District) are historic relics, the foundation of which is a member of Sunan Bonang Walisongo (propagator of Islam in Java).
In the main building there is the tomb of Sunan Bonang and Welang Prince (Prince Walahar). According to the story, at that time there were about four people rested in the tomb. When bertikaf fourth person in coming to an old man in white robes. Grandpa said the four were “laddie (son), all four of you are brothers who have a desire and a goal each, later if it has been carrying out penance, must continue to perform the five daily prayers should not take away the rights of others. After that the old man disappeared. Actually, it is not a symbol or a duplicate, because it is actually in place there is the tomb of Sunan Bonang. However, the person (people) region said only symbol or duplicate. Medium according to the four people who did penance at the site, stating that the tomb there is actually the tomb of the son of Sunan Bonang (Durahman Sharif), Prince Makdum champion but people are more familiar with Sunan Bonang to place is called – Site-Sunan Bonang.
The four people who do penance each comes from Benda Kerep, Kemlaka Village, Villages and Countryside Panongan Balerante, they are descendants of Sultan Kasepuhan but by chance on to arrange a meeting in the World Sunan Bonang as equally as doing penance. Its location is situated in the village of Hickey, District Gempol. The land area of ​​approximately 8 acres, and the land is the land of the village. (Excerpted from the book, know better the 161 sites in the district which was published Bakombudpar Cirebon Cirebon regency, in 2008)

Situs Ki Gede Suropati- Kec Arjawinangun

Sunan Gunung Jati dalam penyiaran Agama Islam di negeri Talaga dan Galuh mengutus beberapa gegeden yang memiliki banyak ilmu dan kesaktian tinggi untuk melakukan pengawasan terhadap bekas taklukan Kesultanan Cirebon. Karena masih ada bekas pepatih yang tidak suka dengan Agama Islam. Diantara gegeden yang di utus itu adalah Ki Suro, seorang gegeden yang terkenal sakti mandraguna berasal dari negeri Arab, yang sudah dua tahun tinggal di Keraton Cirebonsebagai santri Sunan Gunung Jati.
Atas jasa dan ilmu kesaktiannya ia diangkat menjadi pepatih unggulan/ Panglima Tinggi ( pengawal Syekh Syarif Hidayatullah ) di Cirebon dengan gelar Ki Gede Suropati ( Patih Suro ).
Situs Ki Gede Suropati sampai sekarang banyak di kunjungi orang dari berbagai penjuru. Lokasinya terletak di Desa Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Luas tanah kira kira 600 meter persegi, bangunan kira kira 50 meter persegi dan kepemilikan tanah adalah tanah Keraton.
( disarikan dari buku, mengenal lebih dekat 161 situs di Kab Cirebon yang di terbitkan Bakombudpar kab Cirebon, tahun 2008 )

 

The world-excl Ki Gede Suropati Arjawinangun
Sunan Gunung Jati in Islam in the country broadcasting Talaga and Galuh sent some gegeden that has a lot of knowledge and a high morbidity for monitoring the former conquered the Sultanate of Cirebon. Because there is still no trace of Pepatih who do not like Islam. Among gegeden which was sent Suro Ki, a famous gegeden mandraguna magic came from Arab countries, who had two years of living in the palace Cirebonsebagai Sunan Gunung Jati students.
For the services and knowledge of his power he was appointed superior Pepatih / High Commander (bodyguard Sheikh Sharif Hidayatullah) with a degree in Cirebon Ki Gede Suropati (Patih Suro).
Site Ki Gede Suropati until now many people visit from all over. Its location is situated in the village of Tegalgubug, District Arjawinangun Cirebon regency. The land area of ​​approximately 600 square meters, the building is approximately 50 square meters of land and land ownership is a palace.

Situs Sumur Balad- Kec Dukupuntang

Komplek Pangeran Fatma Negara, Pangeran Kresna, Pangeran Surya Negara. Peninggalan sejarah tatkala Nyai Pakungwati mencari sumber mata air dan beliau di tunjukan oleh salah seorang penduduk sampai dihantarkan ke tempat sumber mata air tersebut, yakni di sumur Balad, yang di maksud Balad artinya teman. Lokasinya terletak di Desa Balad, Kecamatan Dukupuntang. Luas tanah kira kira 3000 meter persegi, dan kepemilikan tanah adalah tanah Desa. ( disarikan dari buku, mengenal lebih dekat 161 situs di Kab Cirebon yang di terbitkan Bakombudpar kab Cirebon, tahun 2008 )

 

World well-Balad district Dukupuntang
Complex Prince Fatma State, Prince Krishna, Lord Surya State. Nyai Pakungwati heritage when seeking the fountain and he was in the show by one of the resident until delivered to the water source, ie in the well Balad, Balad is the purpose means friend. Its location is situated in the village of Balad, District Dukupuntang. The land area of ​​approximately 3000 square meters, and the ownership of land is the land of the village. (Excerpted from the book, know better the 161 sites in the district which was published Bakombudpar Cirebon Cirebon regency, in 2008)

Situs Makam Syekh Dahtul Kahfi- Kec Beber

Syekh Dahtul Kahfi adalah seorang penyebar Agama Islam dari tanah seberang yaitu dari negeri Bagdad. Beliau datang ke Indonesia atau ke tanah Jawa sekitar tahun 1420 Masehi, dengan tujuan menyebarkan Agama Islam sambil menjual kain hasil kerajinan negerinya, Ia meninggal di Desa Halimpu, Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon.
Di makam Syekh Dahtul Kahfi banyak orang berziarah sambil menjalani tirakat, sehingga makam tersebut terkenal dengan makam panjang. Lokasinya berada di Desa Halimpu, Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon. Dengan luas tanah kira kira 200 meter persegi, bangunan 5 X 9 meter persegi dan kepemilikan tanah adalah tanah Desa. ( disarikan dari buku, mengenal lebih dekat 161 situs di Kab Cirebon yang di terbitkan Bakombudpar kab Cirebon, tahun 2008 )

 

Site Tomb of Sheikh-Kahf Dahtul  Beber
Shaykh Dahtul Kahf is a propagator of Islam across the land from the land of Baghdad. He came to Indonesia or to Java around the year 1420 AD, with the goal of spreading the Islamic religion while selling fabric crafts his country, he died in the village of Halimpu, District Beber Cirebon regency.
At the tomb of Sheikh Dahtul Kahf many pilgrimages while undergoing penance, so that the tomb is famous for its long tomb. Its location in the village of Halimpu, District Beber Cirebon regency. With a land area of ​​approximately 200 square meters, the building is 5 X 9 square meters of land and land ownership is a village. (Excerpted from the book, know better the 161 sites in the district which was published Bakombudpar Cirebon Cirebon regency, in 2008)

Situs Kraton Gebang- Kec Gebang

P. Sujatmaningrat ( P. Penganten ) menikah dengan Rangganingrat, karena pada waktu itu masih penganten baru maka orang orang memanggilnya P.Penganten, beliau mendirikan rumah di Desa Gebang Kulon, yang sekarang di kenal dengan situs Kraton Gebang. Lokasinya terletak di Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon. Luas tanah 5000 meter persegi, dan kepemilikan tanah adalah tanah Keraton. ( disarikan dari buku, mengenal lebih dekat 161 situs di Kab Cirebon yang di terbitkan Bakombudpar kab Cirebon, tahun 2008 )

 

The world-excl Kraton Gebang Gebang
P. Sujatmaningrat (P. bride) married Rangganingrat, because at that time it was still newlywed P.Penganten people called him, he set up home in the village of Gebang Kulon, which is now known by Kraton Gebang site. Its location is situated in the village of Gebang Kulon, District Gebang Cirebon regency. The land area of ​​5000 square meters, and the ownership of land is a land of palace. (Excerpted from the book, know better the 161 sites in the district which was published Bakombudpar Cirebon Cirebon regency, in 2008)

Situs Bale Kabuyutan- Kec Ciledug

Bale Kabuyutan adalah sebuah situs berupa bale kambang yang terbuat dari kayu jati yang berukuran 5 X 3 meter, dengan tinggi 0,5 meter serta di sangga dengan enam buah tiang. Bale yang di buat pada abad ke-15 ini ( sejaman dengan Masjid Agung Sangcipta Rasa ) pada awalnya berfungsi sebagai tempat musyawarah para tokoh penyebar Islam, dan tempat penyumpahan bagi orang yang masuk Islam. Kini tempat tersebut masih memiliki kekuatan spiritual yang ramai di kunjungi para pejiarah.
Lokasinya terletak di Desa Ciledug Wetan, Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon. Luas tanah kira kira 2000 meter persegi, bangunan 60 meter persegi dan kepemilikan tanah adalah tanah Desa. ( disarikan dari buku, mengenal lebih dekat 161 situs di Kab Cirebon yang di terbitkan Bakombudpar kab Cirebon, tahun 2008 )

 

The world-excl Bale Kabuyutan Ciledug
Kabuyutan Bale is a site in the form of bale kambang made ​​from teak wood measuring 5 X 3 meters, with a height of 0.5 meters and the prop with six poles. Bale made ​​in the 15th century (the contemporary of the Great Mosque Sangcipta Sense) initially served as a discussion of the prominent propagator of Islam, and the swearing-in for people who converted to Islam. Now, the place still has a vibrant spiritual power visit the pejiarah.
Its location is situated in the village of Ciledug Wetan, District Ciledug Cirebon regency. The land area of ​​approximately 2000 square meters, 60 square meters and the building ownership of land is the land of the village. (Excerpted from the book, know better the 161 sites in the district which was published Bakombudpar Cirebon Cirebon regency, in 2008)

Situs Syekh Pasiraga- Kec Depok

Syekh Pasiraga adalah seorang pendatang dari Demak, yang datang ke Cirebon untuk berguru ilmu Islam pada Sang Wali.
Syekh Pasiraga akhirnya di terima menjadi murid Syekh Sarif Hidayatullah. Setelah sekian lama berguru ilmu, lalu ia di perintahkan untuk menyebarkan Islam sampai ke daerah Pasundan. Lokasinya terletak di Desa Depok, Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon. Luas tanah 500 meter persegi, bangunan 12 meter dan kepemilikan tanah adalah tanah Desa. ( disarikan dari buku, mengenal lebih dekat 161 situs di Kab Cirebon yang di terbitkan Bakombudpar kab Cirebon, tahun 2008 )

 

Site-Sheikh Pasiraga Depok district
Shaykh Pasiraga are a newcomer from Demak, who came to Cirebon for studied Islamic sciences in the Guardian.
Shaykh Pasiraga finally received a disciple of Sheikh Sarif Hidayatullah. After so long studied the science, and he was ordered to spread Islam to the region Pasundan. Its location is situated in the village of Depok, Depok District Cirebon regency. The land area of ​​500 square meters, the building is 12 meters and the ownership of land is the land of the village. (Excerpted from the book, know better the 161 sites in the district which was published Bakombudpar Cirebon Cirebon regency, in 2008)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.